Banyak orang penasaran ingin mulai berinvestasi tetapi masih bingung harus mulai dari mana. Saham terasa terlalu rumit, emas stagnan ketika dicicil kecil-kecilan, properti butuh modal besar, kripto naik turun seperti rollercoaster. Lalu datanglah reksa dana, sebuah instrumen yang sering disebut sebagai “pintu masuk investasi yang ramah dikantong”.
Berikut ini adalah alasan mengapa kamu harus berinvestasi di Reksa dana:
- Kamu bisa mulai dari nominal kecil (bahkan Rp10.000)
- Ada manajer investasi yang mengelola dana
- Risiko terdiversifikasi (uang kamu nggak ditanam di satu tempat saja)
- Bisa dibeli via aplikasi yang mudah diakses kapan pun
Singkatnya, reksa dana dibuat supaya orang awam-pun bisa masuk ke dunia investasi, tanpa perlu jadi ahli pasar modal dulu.
Tapi sebelum mulai: yuk pahami dulu cara kerjanya dan jenis-jenisnya. Jangan asal bersiap, tapi siapkan pengetahuan dulu.
Apa Itu Reksa Dana?
Secara sederhana, reksa dana adalah “wadah” yang mengumpulkan uang dari banyak investor yang kemudian dikelola oleh manajer investasi profesional dan diinvestasikan dalam berbagai instrumen keuangan seperti saham, obligasi, atau pasar uang.
Bayangkan kamu dan 1.000 orang lain “patungan dana” untuk masuk ke pasar saham tapi tanpa pusing memantau harga harian, karena dana itu dikelola oleh ahli.
Jenis-Jenis Reksa Dana, Mana yang Cocok Untukmu?
| Jenis Reksa Dana | Isi Portofolio | Potensi Return | Risiko | Waktu Ideal |
| Pasar Uang | Deposito, obligasi jangka pendek | 3-6% per tahun | Rendah | < 1 tahun |
| Pendapatan Tetap | Obligasi pemerintah/korp | 5-8% per tahun | Sedang | 1-3 tahun |
| Campuran | Saham + obligasi | 7-10% per tahun | Sedang-tinggi | 3-5 tahun |
| Saham | Mayoritas saham (80%) | 10-15% per tahun | Tinggi | 5+ tahun |
Tips buat kamu yang mau mulai berinvestasi Reksa dana:
- Jika kamu ingin aman dan banyak butuh likuiditas, maka kamu bisa memilih Reksa dana pasar uang
- Jika kamu punya tujuan menengah (DP rumah, nikah, dll), maka kamu bisa memilih Pendapatan tetap / campuran
- Kalau kamu punya mimpi besar jangka panjang (pensiun, dana warisan) , maka kamu bisa memilih Reksa dana saham
Bagaimana Reksa Dana Menghasilkan Uang?
Jawabannya adalah:
- NAB Naik (Nilai Aktiva Bersih)
Kalau harga aset dalam reksa dana naik (misalnya harga saham yang dibeli naik), maka nilai reksa dana naik juga. Selisih itu adalah keuntungan kamu.
- Dividen / Kupon Obligasi (Jika ada distribusi keuntungan)
Beberapa reksa dana membagikan hasil investasi kepada investor, mirip seperti dividen pada saham.
Singkatnya, kamu untung kalau harga unit reksa dana naik dari saat kamu beli ke harga saat kamu jual.
Syarat Mulai Reksa Dana? Cukup Lakukan 3 Hal Ini
- Pahami tujuan kamu. Misalnya, mau DP rumah, biaya nikah, dana pendidikan, atau pensiun? Tujuan kamu akan menentukan jenis reksa dana yang dipilih.
- Sisihkan dana yang stabil. Bukan uang “sisa belanja”, tapi alokasi khusus. Kamu bisa alokasikan penghasilan bulananmu mulai dari 10–20%.
- Pilih platform yang aman. Cek apakah aplikasi tempat kamu beli terdaftar dan diawasi OJK. Contoh platform resmi: Bibit, Bareksa, Ajaib, Tanamduit, Natamasa, dll
Cara Praktis Mulai Investasi Reksa Dana
- Langkah 1: Buka akun di aplikasi yang terdaftar OJK. Biasanya hanya butuh KTP, verifikasi wajah, dan data singkat. Sangat mudah untuk dilakukan.
- Langkah 2: Tentukan profil risikomu. Aplikasi akan menilai apakah kamu tipe konservatif, moderat, atau agresif. Ini membantu memilih reksa dana sesuai watak kamu dan hati kamu.
- Langkah 3: Pilih jenis reksa dana sesuai tujuan. Tujuan 1–3 tahun, pertimbangkan reksa dana Pasar uang/pendapatan tetap, sedangkan tujuan lebih dari 5 tahun pertimbangkan reksa dana Saham
- Langkah 4: Mulai dari nominal kecil (tes kenyamanan dulu). Kamu bisa mulai dari Rp10.000–50.000. Nggak perlu langsung besar: konsistensi lebih penting dari nominal awal.
- Langkah 5: Gunakan fitur auto debit. Ini hal kecil yang bikin perbedaan besar. Set auto invest tiap akhir bulan, itu akan membuat uangmu bekerja otomatis.
Apa Risiko Reksa Dana?
Reksa dana bukanlah produk tabungan. Nilai investasimu bisa naik- turun tergantung kondisi pasar.
Tapi ingat:
- Risiko bisa dikendalikan dengan memegang reksa dana dalam periode yang tepat (bukan harian)
- Risiko lebih kecil daripada langsung beli saham (karena dana tersebar)
- Risiko lebih besar dari deposito, tapi imbal hasilnya juga sepadan
Tujuannya bukan “menghilangkan risiko,” tapi menggunakan waktu dan strategi untuk mengelola risiko secara sehat.
“Kalau Saya Butuh Uang Cepat, Reksa Dana Bisa Dicairkan?”
Bisa. Salah satu keunggulan reksa dana adalah likuiditasnya mudah, rata-rata proses pencairan 2–3 hari kerja.
Reksa dana itu fleksibel. Kamu tidak mengunci uangmu seperti di deposito.
Simulasi: Kalau Nabung di Tabungan vs Investasi Reksa Dana Saham
| Tujuan | Menabung di Bank (±1%/tahun) |
Investasi Reksa Dana Saham (±10%/tahun) |
| 5 tahun | Rp12 juta → ± Rp12,600,000 | Rp12 juta → ±Rp19,332,000 |
| 10 tahun | Rp24 juta → ±Rp26,400,000 | Rp24 juta → ±Rp62,857,000 |
Bayangkan: selisih 10% return per tahun berubah jadi selisih hampir Rp40 juta dalam 10 tahun.
Ringkasan
- Reksa dana adalah instrumen yang mudah diakses dan cocok untuk investor pemula
- Kamu bisa mulai dari kecil dan naik bertahap
- Kenali jenis reksa dana berdasarkan tujuan
- Jangan berinvestasi dari rasa FOMO, tapi dari rencana
- Fitur auto-debet bikin uangmu bekerja tanpa kamu sadar
Tanyakan ke diri sendiri:
“Apa tujuan finansialku 3, 5, atau 10 tahun lagi dan apakah tabunganku cukup sampai saat itu?”
Kalau jawabannya “nggak yakin”, mungkin hari ini waktu terbaik untuk mulai. Mulai dari Rp50.000 saja. Investasi bukan soal banyaknya modal… tapi soal berani memulai, belajar, dan tumbuh.










