Natamasa
No Result
View All Result
Login
  • Home
  • Money
  • Wealth
  • Lifestyle
  • Insight
  • Home
  • Money
  • Wealth
  • Lifestyle
  • Insight
No Result
View All Result
Natamasa
Login
Home Wealth

Cara Memulai Investasi Reksa Dana Untuk Pemula (Tanpa Takut ‘Rugi’ Duluan)

Investasi itu bukan soal uangnya siapa yang paling banyak… tapi siapa yang paling paham dan paling sabar.

Natamasa Advisor oleh Natamasa Advisor
27/11/2025
Durasi Baca: 4 menit membaca
0
Cara Memulai Investasi Reksa Dana Untuk Pemula (Tanpa Takut ‘Rugi’ Duluan)

Banyak orang penasaran ingin mulai berinvestasi tetapi masih bingung harus mulai dari mana. Saham terasa terlalu rumit, emas stagnan ketika dicicil kecil-kecilan, properti butuh modal besar, kripto naik turun seperti rollercoaster. Lalu datanglah reksa dana, sebuah instrumen yang sering disebut sebagai “pintu masuk investasi yang ramah dikantong”.

ARTIKEL TERKAIT

Cara Memilih Perusahaan Asuransi yang Aman & Ideal untuk Proteksi Anda

Kapan Waktu Tepat Beli Rumah? Ini Panduannya Biar Nggak Salah Langkah

Risiko dalam Asuransi: Apa dan Bagaimana Cara Mengelola Risiko?

 

Berikut ini adalah alasan mengapa kamu harus berinvestasi di Reksa dana:

  • Kamu bisa mulai dari nominal kecil (bahkan Rp10.000)
  • Ada manajer investasi yang mengelola dana
  • Risiko terdiversifikasi (uang kamu nggak ditanam di satu tempat saja)
  • Bisa dibeli via aplikasi yang mudah diakses kapan pun

Singkatnya, reksa dana dibuat supaya orang awam-pun bisa masuk ke dunia investasi, tanpa perlu jadi ahli pasar modal dulu.

Tapi sebelum mulai: yuk pahami dulu cara kerjanya dan jenis-jenisnya. Jangan asal bersiap, tapi siapkan pengetahuan dulu.

 

Apa Itu Reksa Dana? 

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Secara sederhana, reksa dana adalah “wadah” yang mengumpulkan uang dari banyak investor yang kemudian dikelola oleh manajer investasi profesional dan diinvestasikan dalam berbagai instrumen keuangan seperti saham, obligasi, atau pasar uang.

Bayangkan kamu dan 1.000 orang lain “patungan dana” untuk masuk ke pasar saham tapi tanpa pusing memantau harga harian, karena dana itu dikelola oleh ahli.

 

Jenis-Jenis Reksa Dana, Mana yang Cocok Untukmu?

Ada 4 jenis reksa dana yang umum di Indonesia, dan masing-masing punya tujuan dan risiko berbeda:
Jenis Reksa Dana Isi Portofolio Potensi Return Risiko Waktu Ideal
Pasar Uang Deposito, obligasi jangka pendek 3-6% per tahun Rendah < 1 tahun
Pendapatan Tetap Obligasi pemerintah/korp 5-8% per tahun Sedang 1-3 tahun
Campuran Saham + obligasi 7-10% per tahun Sedang-tinggi 3-5 tahun
Saham Mayoritas saham (80%) 10-15% per tahun Tinggi 5+ tahun

Tips buat kamu yang mau mulai berinvestasi Reksa dana:

  • Jika kamu ingin aman dan banyak butuh likuiditas, maka kamu bisa memilih Reksa dana pasar uang
  • Jika kamu punya tujuan menengah (DP rumah, nikah, dll), maka kamu bisa memilih Pendapatan tetap / campuran
  • Kalau kamu punya mimpi besar jangka panjang (pensiun, dana warisan) , maka kamu bisa memilih Reksa dana saham

 

Bagaimana Reksa Dana Menghasilkan Uang?

Jawabannya adalah:

  1. NAB Naik (Nilai Aktiva Bersih)

Kalau harga aset dalam reksa dana naik (misalnya harga saham yang dibeli naik), maka nilai reksa dana naik juga. Selisih itu adalah keuntungan kamu.

  1. Dividen / Kupon Obligasi (Jika ada distribusi keuntungan)

Beberapa reksa dana membagikan hasil investasi kepada investor, mirip seperti dividen pada saham.

Singkatnya, kamu untung kalau harga unit reksa dana naik dari saat kamu beli ke harga saat kamu jual.

 

Syarat Mulai Reksa Dana? Cukup Lakukan 3 Hal Ini

  1. Pahami tujuan kamu. Misalnya, mau DP rumah, biaya nikah, dana pendidikan, atau pensiun? Tujuan kamu akan menentukan jenis reksa dana yang dipilih.
  2. Sisihkan dana yang stabil. Bukan uang “sisa belanja”, tapi alokasi khusus. Kamu bisa alokasikan penghasilan bulananmu mulai dari 10–20%.
  3. Pilih platform yang aman. Cek apakah aplikasi tempat kamu beli terdaftar dan diawasi OJK. Contoh platform resmi: Bibit, Bareksa, Ajaib, Tanamduit, Natamasa, dll

 

Cara Praktis Mulai Investasi Reksa Dana

  • Langkah 1: Buka akun di aplikasi yang terdaftar OJK. Biasanya hanya butuh KTP, verifikasi wajah, dan data singkat. Sangat mudah untuk dilakukan.
  • Langkah 2: Tentukan profil risikomu. Aplikasi akan menilai apakah kamu tipe konservatif, moderat, atau agresif. Ini membantu memilih reksa dana sesuai watak kamu dan hati kamu.
  • Langkah 3: Pilih jenis reksa dana sesuai tujuan. Tujuan 1–3 tahun, pertimbangkan reksa dana Pasar uang/pendapatan tetap, sedangkan tujuan lebih dari 5 tahun pertimbangkan reksa dana Saham
  • Langkah 4: Mulai dari nominal kecil (tes kenyamanan dulu). Kamu bisa mulai dari Rp10.000–50.000. Nggak perlu langsung besar: konsistensi lebih penting dari nominal awal.
  • Langkah 5: Gunakan fitur auto debit. Ini hal kecil yang bikin perbedaan besar. Set auto invest tiap akhir bulan, itu akan membuat uangmu bekerja otomatis.

 

Apa Risiko Reksa Dana?

Reksa dana bukanlah produk tabungan. Nilai investasimu bisa naik- turun tergantung kondisi pasar.

Tapi ingat:

  • Risiko bisa dikendalikan dengan memegang reksa dana dalam periode yang tepat (bukan harian)
  • Risiko lebih kecil daripada langsung beli saham (karena dana tersebar)
  • Risiko lebih besar dari deposito, tapi imbal hasilnya juga sepadan

Tujuannya bukan “menghilangkan risiko,” tapi menggunakan waktu dan strategi untuk mengelola risiko secara sehat.

 

“Kalau Saya Butuh Uang Cepat, Reksa Dana Bisa Dicairkan?”

Bisa. Salah satu keunggulan reksa dana adalah likuiditasnya mudah, rata-rata proses pencairan 2–3 hari kerja.

Reksa dana itu fleksibel. Kamu tidak mengunci uangmu seperti di deposito.

 

Simulasi: Kalau Nabung di Tabungan vs Investasi Reksa Dana Saham

Mari kita lihat simulasi berikut:
Tujuan Menabung di Bank
(±1%/tahun)
Investasi Reksa Dana Saham (±10%/tahun)
5 tahun Rp12 juta → ± Rp12,600,000 Rp12 juta → ±Rp19,332,000
10 tahun Rp24 juta → ±Rp26,400,000 Rp24 juta → ±Rp62,857,000

Bayangkan: selisih 10% return per tahun berubah jadi selisih hampir Rp40 juta dalam 10 tahun.

 

Ringkasan 

  • Reksa dana adalah instrumen yang mudah diakses dan cocok untuk investor pemula
  • Kamu bisa mulai dari kecil dan naik bertahap
  • Kenali jenis reksa dana berdasarkan tujuan
  • Jangan berinvestasi dari rasa FOMO, tapi dari rencana
  • Fitur auto-debet bikin uangmu bekerja tanpa kamu sadar

 

Tanyakan ke diri sendiri:

“Apa tujuan finansialku 3, 5, atau 10 tahun lagi dan apakah tabunganku cukup sampai saat itu?”

Kalau jawabannya “nggak yakin”, mungkin hari ini waktu terbaik untuk mulai. Mulai dari Rp50.000 saja. Investasi bukan soal banyaknya modal… tapi soal berani memulai, belajar, dan tumbuh.

 

 

 

 

Tags: Freeinvestasipasar modalreksadana
ShareShare
Natamasa Advisor

Natamasa Advisor

@SetiapHariSemakinBaik

Postingan Terkait

Cara Memilih Perusahaan Asuransi yang Aman & Ideal untuk Proteksi Anda
Wealth

Cara Memilih Perusahaan Asuransi yang Aman & Ideal untuk Proteksi Anda

28/11/2025
Kapan Waktu Tepat Beli Rumah? Ini Panduannya Biar Nggak Salah Langkah
Budgeting & Spending

Kapan Waktu Tepat Beli Rumah? Ini Panduannya Biar Nggak Salah Langkah

09/12/2025
Risiko dalam Asuransi: Apa dan Bagaimana Cara Mengelola Risiko?
Wealth

Risiko dalam Asuransi: Apa dan Bagaimana Cara Mengelola Risiko?

27/11/2025
Own Risk dalam Asuransi Mobil: Kenapa Kamu Harus Ikut Membayar Saat Klaim?
Wealth

Own Risk dalam Asuransi Mobil: Kenapa Kamu Harus Ikut Membayar Saat Klaim?

27/11/2025
Berapa Biaya Klaim Asuransi Mobil? Ketahui Angkanya & Aturannya Sebelum Terlambat!
Wealth

Berapa Biaya Klaim Asuransi Mobil? Ketahui Angkanya & Aturannya Sebelum Terlambat!

05/12/2025
Selanjutnya
Kapan Waktu Tepat Beli Rumah? Ini Panduannya Biar Nggak Salah Langkah

Kapan Waktu Tepat Beli Rumah? Ini Panduannya Biar Nggak Salah Langkah

Cara Memilih Perusahaan Asuransi yang Aman & Ideal untuk Proteksi Anda

Cara Memilih Perusahaan Asuransi yang Aman & Ideal untuk Proteksi Anda

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi

Literasi Asuransi Rendah: Saat Rasa Aman Menipu dan Risiko Menghancurkan Keuangan Pribadi

Literasi Asuransi Rendah: Saat Rasa Aman Menipu dan Risiko Menghancurkan Keuangan Pribadi

27/11/2025
Gaji Naik, Tapi Tabungan Nggak Ikut Naik? Ini 4 Penyebabnya

Gaji Naik, Tapi Tabungan Nggak Ikut Naik? Ini 4 Penyebabnya

27/11/2025
Berapa Biaya Klaim Asuransi Mobil? Ketahui Angkanya & Aturannya Sebelum Terlambat!

Berapa Biaya Klaim Asuransi Mobil? Ketahui Angkanya & Aturannya Sebelum Terlambat!

05/12/2025

Artikel Popular

  • Cara Memilih Perusahaan Asuransi yang Aman & Ideal untuk Proteksi Anda

    Cara Memilih Perusahaan Asuransi yang Aman & Ideal untuk Proteksi Anda

    0 dibagikan
    Share 0 Tweet 0
  • Literasi Asuransi Rendah: Saat Rasa Aman Menipu dan Risiko Menghancurkan Keuangan Pribadi

    0 dibagikan
    Share 0 Tweet 0
  • Kapan Waktu Tepat Beli Rumah? Ini Panduannya Biar Nggak Salah Langkah

    0 dibagikan
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Menabung Saja Tidak Cukup: Kenapa Investasi Ibarat Darah di Era Serba Cepat

    0 dibagikan
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Memulai Investasi Reksa Dana Untuk Pemula (Tanpa Takut ‘Rugi’ Duluan)

    0 dibagikan
    Share 0 Tweet 0

Natamasa percaya bahwa literasi keuangan bukan sekadar tentang angka, tetapi juga tentang cara berpikir, berproses dan bertumbuh dengan bijak agar #SetiapHariSemakinBaik melalui pembelajaran, data dan analisa yang kredibel.

Facebook-f Instagram Linkedin Tiktok

Navigasi

  • Money
  • Wealth
  • Lifestyle
  • Insight
  • Press Release
  • Artikel Premium
  • Kelas Online
  • Ebook
  • Blog
  • Affiliate

Informasi

  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Privasi

Copyright © 2025 Natamasa. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Money
  • Wealth
  • Lifestyle
  • Insight

Copyright © 2025 Natamasa. All Rights Reserved.